Showing posts with label usaha non-internet. Show all posts
Showing posts with label usaha non-internet. Show all posts

22.3.09

Menjadi Guru Di Luar Negeri? Kenapa tidak?

0 comments
Ini nih, informasi baru yang cukup menarik! Kalau Anda mempunyai kemampuan Bahasa Inggris? Memiliki percaya diri yang cukup untuk mengajar? Kenapa Anda tidak mencoba untuk menjadi guru bahasa Inggris di luar negeri? Nah, pasti kaget kan?

Di dunia ini, masih banyak negara yang bahasa ibunya bukan Bahasa Inggris. Nah, Anda, sebagai guru Bahasa Inggris, pasti bisa kok mengajarkan Bahasa Inggris di luar negeri. Tapi ingat, ini khusus bagi Anda yang tidak berkeberatan untuk travelling, jauh-jauh dari sanak saudara.

Anda dapat menjalankan test awal (gratis) untuk mengetahui apakah anda mampu (atau tidak) untuk menjadi Guru. Disediakan kursus (berbayar, tentu) untuk lebih mendalami kemampuan Bahasa Inggris Anda.

Silahkan dicoba!


Teach English Abroad



Teach English Abroad

6.3.09

Garage Sale - Murah & Bersih!!

0 comments
Ini adalah usaha yang hampir "tanpa" modal finansial. Modalnya adalah menghilangkan gengsi, menghilangkan sifat sentimentil, dan sedikit pengetahuan tentang pangsa pasar. Betul, usaha ini sudah mulai "booming" sejak beberapa tahun lalu, di mana krisis global mengajak kita untuk "berbisnis", karena tingkat pengangguran sudah di atas rata-rata. Coba Anda ke loteng atau ke gudang rumah Anda. Anda akan kaget melihat berbagai tumpukan barang yang masih bagus dan sudah jarang dipakai. Atau, malah barang yang sudah rusak, tapi masih bisa dipakai kalau diperbaiki. Kalau Anda beruntung, malah kadang Anda mungkin bisa "menemukan" barang-barang "baru" tapi "bekas". Maksudnya seperti ini, Anda diberi kado atau hadiah dari salah seorang teman Anda, tapi Anda tidak pernah memakainya. Biasanya sih, barang-barang pecah belah, seperti tea set, coffee set atau mug-mug yang lucu-lucu. Atau bahkan pajangan yang unik dan lucu! Nah, hitung-hitung bersih-bersih rumah, Anda bisa juga menjual barang-barang tersebut dan memajangnya di teras depan rumah. Garage Sale atau Jualan di Garasi ini sudah dikenal masyarakat luas, dan kadang kala, bisa menghasilkan uang yang cukup besar!

Anda harus "jeli" melihat barang-barang di rumah Anda ini. Coba hitung berapa banyak pakaian yang "teronggok" di lemari pakaian Anda, karena Anda sudah tidak lagi cukup mengenakannya? Jangan salah, baju "bekas" layak pakai ini bisa Anda jual lho! Hilangkan sifat sentimentil Anda, jangan pikirkan "sayang, karena ini dari pacar" atau "ini hadiah ulang tahun". Percaya deh, dalam waktu 2 tahun kedepan, baju-baju yang sudah tidak cukup, tetap tidak akan cukup di badan Anda! Daripada dibuang, (well, Anda juga bisa menyumbangkan sih, tapi kan gak dapet uang :P ) lebih baik kan dijual, siapa tau di sekitar Anda malah ada yang berminat. Caranya gampang, cuci bersih pakaian bekas Anda, lalu setrika dengan rapih. Anda juga bisa menjahit kancing-kancing yang sudah lepas, atau menisik sedikit bagian yang robek. Lalu, Anda bungkus dengan plastik dan digantung. Jual dengan harga yang masuk akal. Kalau ada "merk", jangan ragu-ragu untuk menjual seharga Rp.50.000 - Rp.100.000. Tidak sesuai dengan harga yang Anda beli dulu di toko? Wah, ya jangan mikir seperti itu, bagaimanapun, itu baju bekas Anda lho!

Atau, pajangan rumah yang lucu - lucu dan unik, bersihkan atau sikat hingga tidak berdebu, lalu anda jual sekitar Rp.5.000 - Rp. 30.000 / piece. Anda punya tas banyak di rumah? Jangan ragu untuk menjualnya kalau Anda sudah tidak pernah memakainya! Panci, setrika bekas (tapi masih bagus ya) juga bisa dijual lho. Nah, yang penting adalah cara anda "mendisplay" atau "mempertontonkan" barang-barang tersebut. Jangan asal di kumpulkan lalu dijual. Buatlah sedikit menarik dengan di letakkan di atas meja kecil. (Kalau mejanya juga dijual juga, Anda harus siap dengan meja yang khusus untuk display).

Anda tidak punya banyak barang? Tidak usah khawatir, saya pernah berbisnis barbek (barang bekas) juga, dan kebetulan yang saya jual adalah baju-baju bekas yang masih layak pakai dan masih terhitung "baru". Biasanya, saya menambah barang-barang jualan saya dengan sedikit modal. Tidak banyak, Rp. 300.000 - Rp. 500.000 saja. Coba Anda kunjungi pasar Senen. Di sana ada seksi khusus yang menjual baju-baju bekas layak pakai yang biasanya hasil dari "buangan" luar negeri. Biasanya malah bermerk, dan masih terhitung "baru". Mungkin sedikit ada cacat, seperti kancing lepas, resleting yang harus dipasang ulang, atau robek kecil. Tidak masalah. Dengan sedikit "perbaikan" Anda bisa kok menjualnya. Atau, Anda bisa sedikit melakukan "prakarya"? Coba "permanis" barang bekas Anda. Anda pasti familier dengan "kaleng bekas". Cuci bersih, lalu Anda hias dengan sedikit kain atau kertas. Bisa Anda jadikan kotak pensil pemanis meja kantor / meja kerja lho! Saya sudah membuktikannya beberapa tahun lalu. Dan hasilnya lumayan :)

Untuk barang-barang yang "besar" seperti lemari kayu, Anda bisa mengeluarkan sedikit modal dengan mengecat ulang atau mempliturnya. O iya, untuk cat, saran saya adalah mengecatnya dengan warna yang "ngejreng" seperti biru muda atau pink. Atau kalau mau "dipertahankan" warna kayunya pun, tidak apa-apa. Toh, setiap pangsa pasar melihat sesuatu itu dari berbagai kacamata. Jangan pernah bilang, "ini tidak bagus". Karena barang yang "tidak bagus" bagi Anda, belum tentu dinilai sama oleh orang-lain.

O iya, saya sangat TIDAK menyarankan Anda menjual lingeries (seperti *maaf* bra atau celana dalam), karena sangat tidak hiegenis, kecuali masih baru!! Anda punya majalah yang menumpuk? Kenapa tidak Anda bundel jadi 2 - 3 majalah, lalu Anda jual? Intinya adalah, barang yang tidak lagi dipergunakan oleh Anda, kadang justru diminati oleh para pembeli! Saran saya, Anda harus benar-benar menempelkan harga di setiap barang yang Anda jual, sehingga Anda tidak repot menjawab semua pertanyaan pembeli. O iya, jangan lupa untuk fleksibel sedikit, biasanya para pembeli akan mencoba untuk "menawar" harga. Jangan ragu-ragu untuk mematok harga di benak Anda, sehingga kalaupun barang tersebut di tawar, mendapat kesan yang lebih murah.

Nah, selagi Anda berjualan di garasi Anda, sekalian saja, tunjukkan keahlian Anda memasak sesuatu. Entah itu cake, kue-kue kering ataupun sekedar minuman. Jadi paling tidak, kalau tidak ada pembeli barang bekas Anda, Anda tetap bisa berjualan makanan dan minuman ringan. hehehe.... sekali tepuk, dua atau tiga pulau terlampaui kan? Selamat Mencoba!!

Usaha Pijat Refleksi -- booming!!

0 comments
Semoga Anda pernah membaca postingan saya mengenai membuka mini-spa di lingkungan rumah atau kampus. Ini merupakan "tahap kedua" atau yah, sedikit lanjutan dari usaha seperti itu. Anda pastinya mengetahui, bahwa di kota-kota besar banyak orang yang menderita sakit pinggang, pegal-pegal atau apapun itu. Dan enaknya di Indonesia ini, dari Sabang hingga Merauke (sekarang masih ada sebutan itu gak sih?) hampir seluruh penduduknya butuh yang namaya "pijat-pijat" enak. Usaha Pijat Refleksi sekarang makin "menjamur", mulai dari salon kecantikan, hingga yang "murni" menjual jasa "Pijat Refleksi". Sekali lagi usaha jasa semacam ini akan menuntut Anda sebagai pemilik usaha ini benar-benar bisa "menjual jasa". Artinya, "pelayanan" yang harus semaksimal mungkin sehingga pelanggan betah dan akan datang lagi. Karena terus terang saja, tempat sebagus apapun, tapi kalau "pelayanannya payah" ya... tetap saja tidak akan "menjual". Boro boro menjual, pelanggan yang tadinya masuk hanya untuk "uji-coba" akan hengkang dan tidak kembali lagi! Jadi, seandainya Anda berminat untuk menjajaki bisnis atau usaha ini, tetap ya... prioritaskan pelayanan!!

Membuka usaha pijat refleksi ini sebenarnya gampang-gampang susah. Sebagai pemilik, Anda benar-benar harus tahu dan paham betul mengenai refleksi, dan tidak asal pencet sana pencet sini, salah-salah Anda bukannya membuat pelanggan senang, malah tambah sakit. Inti dari refleksi adalah "mencairkan darah beku". Maaf kalau saya salah, tapi banyak teknik pemijatan yang saya temui di pusat-pusat usaha pijat refleksi ini agak-agak salah kaprah. Jadi, saya berasumsi, bahwa sang pemilik usaha ini tidak mengetahui teknik pijat refleksi yang baik dan benar, sehingga "anak buahnya" juga "asal" pijat. Hasilnya? Duh, kaki saya memar dan biru-biru akibat salah pijat! Saya tidak akan membahas teknik refleksi di sini, karena saya juga tidak tahu titik-titik mana saja yang harus dipijat, namun, berbagai literatur dapat menjadi acuan bagi Anda, sang pemilik usaha pijat refleksi, baik berupa buku-buku, artikel ataupun "googling" di dunia maya. Kalau Anda "kelebihan" duit dan "mengkursuskan" salah satu karyawan Anda untuk menjadi ahli dalam bidang pemijatan ini, tentu akan sangat boros. Artinya begini, ketika salah satu karyawan mengetahui betul mengenai teknik pemijatan ini, bukan tidak mungkin dia justru membuka usaha pijat refleksi ini di rumah dan meninggalkan usaha Anda begitu saja. Pijat Refleksi ini sedang "booming" lho, jadi saya menyarankan supaya Anda, sebagai calon pengusaha, juga harus mengetahui teknik pemijatan ini!

Kalau Anda berminat untuk membuka usaha ini, modal yang dibutuhkan tidak harus besar kok. Modalnya hanya, mengetahui cara pelayanan dan teknik pemijatan. Kalau masalah uang sih.. ya relatif juga ... hehe... Ok, jadi saya asumsikan Anda berminat, (terbukti Anda masih membaca postingan saya).

Modal sewa tempat diperkirakan Rp.5.000.000/tahun (Yang anda butuhkan di sini adalah hanya ruangan kecil yang mampu menampung paling tidak 2 pelanggan)
Tempat tidur/sofa bed untuk 2 pelanggan Rp. 1.000.000
Minyak / aromatherapy Rp. 1.000.000

Operasional

Listrik (gunakan lampu temaram) & air Rp. 600.000
Karyawan 2 orang Rp. 1.500.000
Telpon Rp. 300.000

Asumsi tarif 1 orang pelanggan Rp. 35.000 - Rp. 50.000


Sebetulnya sih, kalau Anda tidak ingin boros, Anda bisa saja menggunakan salah satu bagian rumah Anda untuk menerima pelanggan. Karena sekali lagi, kadang kala kalau pelayanan Anda memuaskan, maka pelanggan sedikit agak tidak peduli tempat. Asalkan perlu diingat, bahwa tempat yang anda jadikan usaha itu bersih dan harum. Tempat yang saya sarankan, lagi-lagi adalah di sekitar lingkungan perumahan, ataupun kampus / kost-kost-an. Marketing nya tidak perlu besar-besaran, untuk awal-awalnya, coba ajak tetangga Anda untuk mencoba jasa pelayanan ini, jika mereka puas, bukan tidak mungkin jasa Anda ini akan tersiar dengan sendirinya dari mulut ke mulut. Percaya deh, strategi marketing seperti ini jauh lebih efektif daripada Anda mengiklankan diri di media.

Selamat Mencoba! :)



5.2.09

Usaha Pulsa Handphone : modal kecil, tapi tetap laku!

0 comments
Meski usaha ini tampak sudah banyak di mana-mana, namun usaha pulsa handphone ini tidak ada 'matinya', selama provider handphone menyediakan layanan prepaid (prabayar). Meski orang cenderung bilang bahwa keuntungan pada usaha ini relatif kecil per transaksinya, namun usaha ini akan tetap bisa 'hidup' apabila kita telaten dan serius menjalaninya.

Untuk awalnya, kita tidak perlu menyewa tempat untuk menjalankan usaha ini. Kenapa? Karena usaha pulsa ini pada dasarnya tidak butuh tempat yang bonafid atau yang mewah. Anda bisa saja menjual pulsa elektrik. Hanya bermodalkan sebuah Handphone dan tentu saja kertas catatan keuangan dan transaksi untuk anda sendiri.

Keuntungan penjualan usaha pulsa ini memang kecil, pada awalnya. Per transaksi pulsa, Anda dapat untung sekitar Rp.500 - Rp.2.000. Namun, apa bila Anda telaten dan serius menjalaninya, Anda bisa lho untung besar. Apalagi sekarang banyak distributor-distributor pulsa yang mencari agen pulsa, dan rata-rata menjanjikan bonus-bonus lain pada Anda. Kenapa tidak Anda coba saja?

Saat ini, saya pun sedang menjalani usaha ini. Kebetulan waktu itu ada yang menawarkan, daftarnya pun tanpa bayar. Saya depositkan sekitar Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) dan ternyata, itung punya itung, keuntungannya lumayan lho. Saya malah bisa menjual sedikit lebih murah dibandingkan kios kios pulsa di jalanan. Hehehe.... Yuk, coba saja.. siapa tau malah Anda lebih sukses daripada saya.

Kebetulan usaha ini saya jalankan dari rumah, dan transaksi saya pun berjalan cukup lancar, karena ada beberapa teman-teman saya yang juga terhubung di internet, sehingga saya bisa juga 'berjualan' di internet. Hehehe.. Jadi usaha ini merupakan penggabungan dengan usaha nyata dan internet bisnis, karena kebetulan 'perusahaan' yang saya ikuti ini juga punya website replika bagi para membernya sehingga memudahkan anda untuk mengajak rekan-rekan.

Betul, usaha ini juga berdasarkan referral. Tapi jangan takut, kalau memang Anda tidak memiliki referral (karena takut kesaing usahanya :p) anda juga dapat mendapatkan bonus penjualan. Tapi, kalau Anda bisa mendapatkan referral (3 saja cukup), Anda bisa mendapatkan bonus yang lumayan besar kok. Coba aja deh... :D hehehe....



Salam!



30.1.09

Usaha Kain Perca - Kreatif!

0 comments
Beruntunglah anda yang memiliki keahlian untuk menjahit! Tahukah Anda, bahwa usaha ini membawa keuntungan yang sangat besar? Apalagi, kalau Anda sendiri yang menjahit untuk awal-awalnya. Menjahit kain perca ini hanya membutuhkan kesabaran dan ketelitian kok. Produk dari kain perca ini juga sangat bervariasi, mulai dari quilt, bed cover, sarung bantal-guling, serbet, bahkan tirai. Harga jualpun bisa anda patok lumayan tinggi, karena produksi hand-made. Tapi ingat, tidak bisa sembarangan untuk menjahit ini. Anda harus mengandaikan diri Anda sebagai pengguna/konsumen, sehingga anda harus dapat menghasilkan kreasi dengan imajinasi dan kualitas yang benar-benar baik!

Anda membutuhkan bahan baku berupa sisa-sisa kain bekas konveksi atau penjahit, biasanya dijual sekitar Rp.1000-Rp.10.000 per kilogramnya. Nah, untuk awal yang suka coba-coba, coba deh, anda gambarkan pola yang kira kira menarik untuk dijual. Bisa bentuk abstrak, atau bentuk boneka, sesuai dengan kreatifitas Anda. Saran saya sih, coba deh buat untuk sarung bantal untuk cushion atau sarung bantal untuk sofa. Jika sudah berhasil, barulah buat yang agak besar, seperti bed-cover atau yang lainnya. Penjualannya cukup simpel kok. Perlihatkan kreasi anda kepada orang-orang terdekat, jika mereka bilang cukup baik, anda dapat mulai untuk menjualnya melalui on-line atau mengikuti pameran. Perkiraan balik modalnya pun cukup 'instan' kok. Ini deh, saya beberkan di sini ya...

Modal awal yang Anda butuhkan sekitar Rp.8.000.000,- Uang ini Anda butuhkan untuk membeli mesin jahit dan peralatan lain sekitar Rp.5.000.000,- dan bahan baku sekitar Rp. 3.000.000,-

Pengeluaran bulanan sekitar Rp.7.500.000,- dengan rincian sebagai berikut:

Belanja bahan baku: Rp. 5.000.000
Biaya listrik dan telepon Rp. 500.000
Gaji 2 orang karyawan @1.000.000 = Rp. Rp.2.000.000

Perkiraan keuntungan: Jika omet mencapai Rp.10.000.000/bulan, maka anda akan mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp.2.500.000. Maka perkiraan balik modal sekitar 4 bulan. Tentu saja, Anda dapat mengurangi pos-pos yang bisa dikurangi. Anda dapat memilih lokasi yang benar-benar hemat, rumah anda sendiri! :-D Selamat mencoba ya!

sumber: majalah CHIC


Salam! :-D


29.1.09

Usaha percetakan MODAL KECIL hasil Gede

2 comments
Usaha percetakan sebenarnya sangat mudah untuk dijalani, ga percaya.....nie aq buktinya. aq hanya punya 1 unit komputer, printer dan scanner ternyata bisa jalan. ya walaupun belum sempurna. tapi lumayan lho bisnis sampingan. kalau udah tahu celahnya mungkin anda akan tertarik. sebagai contoh
bikin undangan cetak 1 warna min 500 lembar
estimasi anggaran
- kertas = 50 ribu
- cetak paling bagus = 200 ribu
- film =50 ribu
- plastik = 50 ribu
- tenaga = 20 ribu
- desain = 30 ribu (optional bisa di desain sendiri)
total = 400 ribu

kita jual dengan harga 1250/lbr
total yang kita dapat 625 ribu
dikurangi modal kita 400 ribu
hasilnya 225 ribu.... lumayan kan..........
ya ini hanya sebagai pencerahan aja .....

kowekiesopo
Selamat mencoba

Bikin Cantik Di Sekitarmu!

0 comments
Kami percaya, bahwa satu alasan anda untuk datang dan mengunjungi blog kami adalah karena judul. Paling tidak, saya kalau sedang searching sesuatu, pasti mengklik salah satu judul yang berkaitan dengan judul yang saya inginkan. Nah, bagi anda yang punya modal nih, ada satu lagi usaha yang tidak berkaitan dengan internet atau dunia klik-klik-an :D hehe... Salah satunya adalah membuat cantik orang-orang disekitarmu.

Berapa banyak wanita yang ingin cantik di dunia ini? SEMUA! Entah itu yang kelihatannya cuek, yang tomboy, apalagi yang emang udah cantik. Yuk, kita bikin usaha yang bikin wanita-wanita disekitarmu tambah cantik! (Siapa tau kalau udah cantik kepincut sama Anda, pembaca yang pria..) Dan lagi nih, memberikan kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan baru itu baik untuk kesehatan anda lho.. kesehatan finansial maksudnya, dan kesehatan dari Tuhan.. soalnya pasti dapat pahala tuh... :D hehehe.....

Ini nih, saya membaca di majalah, bahwa kita bisa mendapatkan uang dari membuat tempat spa. Gak usah yang mewah-mewah lah, nanti aja bikin yang mewah kalau sudah dapat untung yang 'berlebih'. Bener deh, usaha seperti ini jarang banget sepinya, apalagi, kalau layanan di tempat anda itu benar-benar tob abis! Penerima tamu yang ramah misalnya, atau beautician yang memang ahli di bidangnya. Jangan lupa... kalau mau bikin usaha yang memang membutuhkan tempat, yang penting adalah LOKASI!!! Iya, Lokasi ternyata memang signifikan lho, untuk mendongkrak bisnis Anda. Lokasi yang paling menarik untuk bisnis ini adalah area sekitar kampus, kos-kos-an atau perumahan.

Modal awal yang diperkirakan untuk menjalankan usaha ini adalah sekitar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) Uang ini sebaiknya dipergunakan untuk merenovasi bangunan anda menjadi 2 atau 3 bagian. 1 ruangan untuk lulur (bisa terdiri atas 3 bed), 1 ruangan lagi untuk mandi (terdiri atas bathtub dan shower) air panas. Jangan lupa sediakan handuk dan sabun atau sampo untuk pelanggan Anda. Tapi perhitungan ini tampaknya bisa lebih besar, apabila anda berencana untuk menyewa tempat lho.

Nah, untuk memulai bisnis Anda, pengeluaran sebulan diperkirakan sekitar Rp.9.000.000 dengan asumsi pembayaran listrik, air dan telpon sebesar Rp.1.000.000, gaji beautician (2 orang) @Rp. 1.000.000, dan bahan baku (minyak essential / aromatherapy) Rp.5.000.000.

Perkiraan keuntungan. Nah, ini yang ditunggu... Berapa banyak keuntungan yang akan anda dapatkan? Dan butuh berapa lama Anda dapat balik modal? Hehehe... Kita asumsikan saja ya, untuk 1 kali perawatan, masing-masing pelanggan harus membayar sekitar Rp. 50.000. Nah, seandainya dalam 1 hari kita bisa menerima sekitar 10 pelanggan maka dalam satu bulan kita bisa mendapatkan uang sekitar Rp.15.000.000. Jangan lupa, ini harus dipotong dengan biaya operasional perbulan Rp. 9.000.000 tadi itu. Jadi keuntungan tiap bulan diperkirakan bisa mencapai Rp.6.000.000. Jadi, perkiraan balik modal, kira kira 1,5 bulan saja. Masih terkesan muluk? Kurangi saja sedikit biaya operasionalnya! Turunkan pengeluaran bulanan di telpon, misalnya, atau hehehhe... turunkan sedikit gaji beautician. Membuat minyak essential sendiri juga bisa kok. Jadi kalaupun toh (misalnya lagi apes nih) pelanggan tidak mencapai 10 orang perhari, gak usah takut untuk tidak mendapatkan keuntungan. Memang sih, mungkin lama untuk balik modalnya.. tapi usaha ini bener-bener jarang mati deh! :) Semoga bermanfaat ya!

(sumber: majalah CHIC dan berbagai sumber lain)


Salam!

28.1.09

Usaha CoffeeShop - Bisnis Menggairahkan!

5 comments
Emang sih, kesannya kok terlalu 'muluk' buat bikin coffeeshop tapi bener deh, usaha ini ternyata booming abis. Banyak coffeeshop ternama di Ibukota Jakarta yang menjamur. Dan rata-rata nih, tempat ini biasanya sering dikunjungi. Kenapa? Kopi sudah menjadi salah satu trend - drink. Dan, rata-rata orang yang sering 'ngopi' gak cuma cowok, tapi cewek juga! Inget, coffeeshop selalu ramai dikunjungi, baik para remaja, orang tua, dan bahkan orang-orang yang memiliki karir yang tetap di kantor mereka. Kenapa? Mungkin mereka gak sekedar minum kopi, tapi cuma untuk cangkruk, kongkow, nongkrong, atau istilah-istilah lain. Nah disini, kita sodorin nih, cara yang baik untuk bikin coffeeshop. Tapi perlu diingat ya, tempatnya harus baik dan strategis. Dan walaupun tamu ternyata lama di tempat kita, jangan diusir! :) hehehe....

Lokasi

Nah, untuk lokasi nih, yang asik sih di area perkantoran. Terlalu mahal sewanya? Jangan kuatir! Kalau rumah anda dekat dengan jalan utama, bukan gak mungkin tuh, bikin coffeeshop di situ! Pokoknya nih, tempatnya harus-kudu-fardhu - enak dan nyaman! Bikin interior design yang minimalis.

Modal

Untuk modal, emang sih relatif besar. Apalagi yang masih butuh 'bimbingan' keuangan dari orang-tua.. hehehe... :D Tapi, kalau untungnya lumayan (dan proposalnya jelas) pasti ortu juga bakalan mendukung kok...Modal yang dibutuhkan sekitar Rp. 17.000.000 (tujuh belas juta rupiah) Gak usah kaget! Gak usah pingsan dulu... lihat nih perincian di bawah ini :

1. Belanja Peralatan (coffeemaker, kulkas, chiller dan lain-lain) = Rp. 7.000.000
2. Renovasi dan sewa tempat = Rp. 10.000.000 (asumsi/tahun)

Perkiraan pengeluaran perbulan nih:
Logistik bulanan = Rp. 1.000.000
Gaji bulanan karyawan @Rp. 750.000 (2 orang) = Rp. 1.500.000
Biaya listrik, air dan telpon = Rp. 800.000
Total = Rp. 3.300.000

Nah, emang sih, keliatannya banyak banget yang dibutuhin.. Tapi lihat nih, keuntungan yang bisa diraih!

Kalau dalam sehari kita bisa jual 40 gelas kopi (harga misalnya @Rp.7500) maka pendapatan dalam sebulan sebesar Rp.8.400.000. Nah dari jumlah itu, tinggal dikurangin dari biaya pengeluaran tiap bulan (Rp.3.300.000) total pendapatan perbulan bisa Rp. 5.100.000 lho! Nah, kalau perhitungan itu tepat, maka dalam 3 bulan, sudah balik modal deh!! :) Menarik kan?
Kalau sudah sukses, jangan lupa sama kita-kita ya! :D hehehe


(sumber: majalah CHIC)